Mahasiswa KKN UNSIKA Desa Pulokalapa Dorong UMKM Go Digital Lewat Pelatihan dan Pendampingan Langsung
Dipublikasikan oleh Desa Pulokalapa pada 22 Jul 2025
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) di Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang, mengadakan program kerja bertema “UMKM Go Digital: Memperluas Pasar, Menguatkan Identitas Lokal.” Program ini bertujuan membantu para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran dan pengelolaan usaha.
Pelaksanaan kegiatan terbagi dalam dua sesi, yakni pada tanggal 9 dan 12 Juli 2025. Sesi pertama dilaksanakan di Balai Desa Pulokalapa, di mana peserta mendapatkan pelatihan dasar mengenai pemasaran digital melalui media sosial dan e-commerce, serta pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai bentuk legalitas usaha. Para peserta mendapat pembekalan langsung dari pemateri berpengalaman yang memberikan pemahaman praktis tentang pentingnya digitalisasi dan legalitas sebuah usaha sebagai bentuk kredibilitas bisnis.
Najmah Nur ‘Aini selaku penanggung jawab kegiatan menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk mengenalkan teknologi, tetapi juga mendorong pelaku UMKM agar bisa memanfaatkannya secara langsung. Ia berharap agar pelatihan ini bisa menjadi langkah awal yang mendorong UMKM di Pulokalapa untuk berkembang lebih jauh.
"Kami ingin UMKM di Pulokalapa nggak cuma tahu soal teknologi, tapi juga benar-benar bisa pakai dan ngerasain manfaatnya. Digitalisasi itu bukan berarti ninggalin kearifan lokal, justru bisa jadi cara untuk nunjukkin identitas produk desa ke pasar yang lebih luas. Semoga ini bisa jadi titik awal buat ibu-ibu UMKM terus semangat, dan ke depannya makin banyak yang go digital," ujar Najmah, Rabu (9/7/2025).
Adapun sesi kedua dilakukan secara door to door, di mana mahasiswa KKN mendatangi langsung para pelaku UMKM untuk memberikan pendampingan intensif. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa membantu mendaftarkan lokasi usaha ke Google Maps, membuat akun e-commerce dan toko online di Shopee, mengelola akun media sosial bisnis, merancang logo dengan Canva, serta melanjutkan proses pembuatan NIB. Pendekatan personal ini disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku UMKM.
Program ini disambut antusias oleh warga desa, khususnya pelaku UMKM. Salah satunya adalah Ati, penjual kue teng-teng khas Pulokalapa, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya program digitalisasi ini.
"Alhamdulillah sekarang saya udah punya NIB, bisa jualan juga lewat Shopee. Jadi nggak cuma nunggu pembeli datang ke rumah. Toko saya juga udah masuk Google Maps, jadi orang gampang cari kalau mau beli kue teng-teng," ujar Ati, Sabtu (12/7/2025).
Pelaku UMKM toko pakaian, Siska, juga mengungkapkan pengalamannya setelah mendapat pendampingan dari mahasiswa. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN sangat membantu dirinya dalam memahami cara memasarkan produk secara digital.
"Dulu mah saya jualan cuma ke tetangga sama saudara. Nggak kepikiran buat online. Sekarang udah punya Instagram sama toko Shopee berkat diajarin sama anak-anak KKN, jadi ngerti cara jualan secara online,” ujar Siska, Sabtu (12/7/2025).
Program digitalisasi UMKM ini menjadi bukti bahwa langkah kecil seperti pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi bisa memberikan dampak besar bagi pemberdayaan ekonomi desa. Mahasiswa KKN unsika berharap semangat inovasi yang telah dibangun selama pelaksanaan program dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya di desa.