Gotong Royong Bersihkan Makam Syekh Quro, Mahasiswa KKN Unsika Libatkan Warga Pulokalapa

Dipublikasikan oleh Desa Pulokalapa pada 17 Jul 2025

Gambar Berita

Semangat gotong royong kembali terlihat dalam kegiatan bakti sosial pembersihan Makam Syekh Quro, Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang yang berlangsung pada Sabtu pagi (5/7/2025). Aksi ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kepala desa, kepala dusun, ketua RT dan RW, hingga para pengelola makam. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian situs sejarah serta religi yang menjadi bagian penting dari identitas wilayah tersebut.

Aksi gotong royong yang dimulai pada pukul 07.00 WIB ini diawali dengan pengarahan singkat dari panitia yang merupakan kelompok mahasiswa KKN Unsika. Dengan penuh antusias, para peserta membawa peralatan kebersihan seperti sapu, cangkul, dan alat pemotong rumput. Setelah pengarahan, mereka langsung bergerak membersihkan area makam, mulai dari mengumpulkan sampah, memotong rumput liar, merapikan jalan setapak, hingga membersihkan selokan di sekitar area kompleks makam yang berlangsung selama beberapa jam.

Menurut penanggung jawab kegiatan, Wiwin Wulan, aksi bersih-bersih makam ini bukan hanya bentuk pelestarian lingkungan, tetapi juga sebagai wujud penghormatan terhadap tokoh ulama Syekh Quro yang memiliki peran besar dalam sejarah penyebaran Islam di Karawang. “Kami mengadakan kegiatan ini untuk mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan jasa para ulama. Dengan menjaga kebersihan makam, kita juga menunjukkan rasa hormat dan cinta terhadap warisan sejarah dan spiritual kita,” ujar Wiwin Wulan, Sabtu (5/7/2025)

Kepala Desa Pulokalapa, Popon Patmawati, turut memberikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi antara warga dan perangkat desa seperti ini merupakan wujud nyata dari nilai gotong royong yang harus terus dipupuk.

“Saya sangat mengapresiasi antusiasme warga dalam kegiatan ini. Bersih-bersih makam bukan hanya soal kebersihan, tapi juga menjaga marwah sejarah desa kita. Semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda dan terus dilestarikan ke depannya,” tutur Popon, Sabtu (5/7/2025).

Kegiatan ditutup dengan obrolan santai di bawah rindangnya pepohonan sekitar makam. Suasana hangat dan kebersamaan yang tercipta menambah eratnya ikatan sosial antarwarga sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap situs bersejarah ini.